Keberhasilan organisasi sektor publik sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, di mana tingginya turnover pegawai dapat mengganggu produktivitas, merusak kualitas kebijakan, dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh organizational justice terhadap turnover intention di Lapas Kelas IIA Pancur Batu. Organizational justice mencakup tiga dimensi: distributive, procedural, dan interactional justice. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi 110 pegawai, dan penentuan sampel berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form dengan 24 indikator pernyataan, dan dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linier sederhana, uji signifikansi, serta uji determinasi melalui IBM SPSS versi 26. Hasil menunjukkan persamaan regresi Y = 44,508 + (-0,341)X, yang berarti setiap peningkatan 1% pada organizational justice menurunkan turnover intention sebesar 0,341%. Uji signifikansi menunjukkan nilai 0,000 0,05, sehingga H? ditolak dan H? diterima. Organizational justice berpengaruh terhadap turnover intention sebesar 27,4%, sementara 72,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan pentingnya keadilan organisasi dalam menekan niat keluar pegawai.
Copyrights © 2025