Mencapai kesejahteraan subjektif (subjective well-being) adalah sesuatu yang dianggap penting bagi setiap individu, termasuk remaja. Namun, adanya kondisi keluarga yang tidak utuh atau broken home dapat berdampak terhadap subjective well-being remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat subjective well-being pada remaja dengan keluarga broken home dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian ini melibatkan tinjauan literatur dengan menganalisis teori-teori yang terdapat dalam jurnal, buku, dan artikel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan simplified approach method. Hasil penelitian literatur ini menyatakan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang dimiliki remaja dengan keluarga broken home di Indonesia. Dalam hal ini, dukungan sosial lebih mendominasi dari adanya pembentukan subjective well-being pada seorang remaja yang berada dalam keadaan broken home..
Copyrights © 2025