Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa pengaruh globalisasi yang tak terbendung. Globalisasi menjadikan aktivitas kehidupan sosial tidak hanya terkotak dalam cakupan domestik dalam negeri, melainkan bisa melampaui negara - negara lain. Hal ini tentu membawa pengaruh terhadap fenomena yang terjadi di dalam negeri, yang akan sedikit banyak terpengaruh oleh dunia luar. Pengaruh tersebut bisa terjadi pada skala individu, masyarakat dan juga dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia memiliki Pancasila sebagai landasan ideologi dan filosofi dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila menjadi pandangan hidup masyarakat dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Globalisasi tentu membawa pengaruh terhadap ideologi Pancasila, dan pengaruh ini bisa merusak persatuan dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Artikel ini akan membahas tantangan globalisasi terhadap ideologi Pancasila dan stategi yang perlu diterapkan agar nilai-nilai Pancasila tetap bisa bertahan dan mampu menghadapi pengaruh globalisasi. Metode yang digunakan dalam kajian adalah analisis kualitatif deskriptif dengan menggunakan bahan studi kepustakaan (library research). Globalisasi membawa tantangan terhadap Pancasila. Merebaknya paham radikalisme dan separatisme, serta lunturnya jiwa nasionalisme pengaruh dari globalisasi dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. Penguatan nilai nilai Pancasila sebagai cara pandang dan pedoman kehidupan bangsa perlu ditingkatkan agar mampu menjadi esensi dasar dan karakter bangsa. Strategi untuk penguatan nilai Pancasila dapat dilakukan dengan pendekatan budaya, internalisasi pendidikan serta pembinaan dan penegakan hukum oleh lembaga yang berwenang jika terdapat penyelewengan terhadap nilai - nilai Pancasila.
Copyrights © 2024