Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi orang tua dan anak remaja korban broken home , untuk mengetahui faktor penyebab orang tua mengapa memutuskan untuk bercerai dan dampak dari perceraian tersebut pada anak, Lokasi penelitian ini adalah di Kota Surabaya , Jawa Timur karena banyaknya kasus perceraian keluarga yang menyebabkan terjadinya broken home. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Secara ringkas hasil penelitian ini adalah pengembangan dari Program Studi Ilmu Komunikasi khususnya untuk studi mengenai Pola Komunikasi Interpersonal orang tua dan Remaja broken home. Alasan penyebab dari perceraian sendiri adanya perselingkuhan, pengaruh dari lingkungan sekitar, serta pasangan yang meninggal dunia. Dengan kondisi dimana perceraian orangtua yang menyebabkan terjadinya broken home yang pengaruhnya sangat besar terhadap perkembangan pada anak karena hilangnya peran dari orangtua yang seharusnya merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak yang mempengaruhi dari aspek mental, emosional, serta sifat dari anak broken home.
Copyrights © 2024