Artikel ini membahas dan mengeksplorasi dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap transformasi dunia kerja. Transformasi ini dilihat melalui sudut pandang refleksi berdasarkan ajaran sosial Gereja Katolik dalam ensiklik Laborem Exercens yang ditulis oleh Paus Yohanes Paulus II. Kecerdasan buatan/AI telah mengubah cara manusia bekerja, menciptakan efisiensi dalam bekerja, namun juga menimbulkan beberapa tantangan contohnya pengangguran, adanya ketidaksetaraan, dan tereduksinya nilai martabat manusia. Dalam konteks Laborem Exercens, kerja dipandang sebagai sarana untuk mengaktualisasiakan diri sekaligus partisipasi manusia dalam penciptaan. Laborem Exercens juga menekankan pentingnya martabat pekerja dan nilai intrinsik manusia di atas produksi dan teknologi. Artikel ini membahas bagaimana prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja, seperti martabat kerja, solidaritas, dan keadilan sosial dapat diterapkan dalam mengelola dampak AI terhadap dunia kerja. Artikel ini juga mengeksplorasi bagaimana teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung kesejahteraan manusia secara menyeluruh, alih-alih menjadi ancaman bagi hak-hak pekerja. Tentu dengan mampu mengintegrasikan AI secara etis, dunia kerja di era AI ini dapat menghormati martabat manusia sembari memaksimalkan potensi teknologi untuk tercapainya kebaikan bersama.
Copyrights © 2025