Peristiwa kematian pasangan dapat memberikan kedukaan yang bisa mengganggu secara fisik dan psikologis sehingga resiliensi diperlukan agar individu dapat bangkit kembali dari kedukaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika resiliensi pada individu dewasa awal yang mengalami kematian pacar. Subjek dalam penelitian ini merupakan dewasa awal yang telah mencapai resiliensi setelah kematian pacarnya yang didapatkan melalui teknik snowball sampling. Data penelitian diambil menggunakan metode wawancara mendalam yang terstruktur dan observasi beserta catatan lapangan. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) memberikan beberapa tema terkait dinamika resiliensi yang meliputi: 1) Faktor pemicu dan reaksi awal terhadap kehilangan, 2) Proses adaptasi dan pemaknaan, 3) Upaya resiliensi, 4) Tekanan atau kesulitan, dan 5) Sumber resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada dewasa awal yang mengalami kematian pacar didapatkan melalui regulasi diri, pengelolaan emosi, strategi koping yang efektif, dan dukungan dari Tuhan, keluarga, teman, dan arahan profesional dari psikolog atau konselor.
Copyrights © 2025