Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus kenakalan seperti tawuran, balapan illegal, dan minuman beralkohol pada remaja di Surabaya. Lebih jauh diketahui bahwa kasus kenakalan remaja ini dilator belakangi oleh masalah pergaulan dan adanya pola asuh orang tua yang otoriter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi remaja terhadap orang tua otoriter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan indepth interview terhadap enam informan dengan kriteria merasa memiliki orang tua otoriter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam informan mengalami tindak kekerasan dari yang bersifat verbal (dibentak, dicaci-maki, diremehkan) dan non verbal (dijendul kepala dan diusir dari rumah) hingga informan merasa tertekan, tidak percaya diri, acuh tak acuh, trauma, dan kesal dengan orang tua. Terhadap perlakuan orang tua yang demikian ini informan mempersepsi bahwa faktor utama perlakuan otoriter orang tua mereka adalah karena faktor peran dalam keluarga dimana orang tua merasa memiliki kuasa dan kewenangan atas semua hal yang berkaitan dengan anak.  Cara mendidik yang turun menurun dari kakek nenek informan kepada orang tua informan, sehingga dilanjutkan orang tua informan melakukan hal yang sama kepada anaknya.  Ada juga yang menyebutkan karena suasana psikologis seperti karakter dan watak yang keras dari orang tua informan.
Copyrights © 2024