Film Merupakan bagian dari komunikasi media massa yang memiliki sifat audio-visual serta memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan sosial atau moral tertentu kepada penontonnya. Karena pada dasarnya film selalu mengabadikan realitas yang tumbuh serta berkembang didalam suatu masyarakat sehingga film memproyeksikannya kedalam sebuah layar lebar. Dalam suatu film tentunya banyak sekali yang mengkonstruksikan realitas dalam kehidupan sosial masyarakat. salah satunya adalah film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia, film yang mengangkat tentang isu sosial pada masyarakat dengan terdapat unsur new maskulinitas atau bisa dikatakan sebagai fatherhood. Oleh karena itu film ini menjadi menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kebapakan pada tokoh ayah difabilitas dalam film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika John Fiske dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Yang Dimana nantinya penelitian ini mengamati scene-scene dari tokoh ayah difabilitas yang menggambarkan sikap fatherhood. Hasil penelitian, secara umum film tersebut merepresentasikan sosok ayah yang ideal menurut teori fatherhood Nicholas towsend meskipun kondisi ayah dalam film tersebut digambarkan memiliki keterbatasan dalam hal mental. Berdasarkan hal tersebut peneliti juga menganalisis bahwa film ini secara tidak langsung menolak akan konstruksi budaya patriarki yang Dimana tugas pengasuhan anak hanya menjadi kewajiban Perempuan atau seorang ibu.
Copyrights © 2024