Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana unsur penyimpangan sosial fenomena penylahgunaan narkoba pada film Jakarta vs Everybody. Penelitian tersebut menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan menggunakan representasi Stuart Hall. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode penelitian anaisis deskriptif untuk menjelaskan pembahasan penelitian. Penelitian ini juga menggunakan teori analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa representasi fenomena narkoba pada beberapa adegan film Jakarta vs Everybody yaitu saat tokoh Dom menjadi tergabung kedalam kurir pengantar sabu yang dibawahi langsung oleh Radit sang pengedar, juga dimana Dom, Radit juga Pinkan tengah pesta sabu untuk merayakan keberhasilan mereka mengirim paket sabu. Kesimpulan penelitian ini ditemukan terkait penyalahgunaan narkoba pada film Jakarta vs Everybody melalui adegan pada film tersebut, yaitu penyalahgunaan narkoba yang dipresentasikan pada film Jakarta vs Everybody melalui adegan Dom yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi aktor namun gagal. Dom rela menjadi kurir narkoba demi menyambung hidupnya dan bisa bertahan hidup dalam kerasnya Ibukota Jakarta.
Copyrights © 2024