Penelitian ini mengkaji motif di balik popularitas thrift shopping di kalangan mahasiswa dan dampaknya terhadap kebiasaan berbelanja. Faktor ekonomi telah menjadi pendorong utama praktik thrift shopping, baik di pasar tradisional maupun di lapangan. Fokus utama studi ini adalah pada pengaruh media sosial dalam membentuk kebiasaan berbelanja mahasiswa, terutama dalam konteks fashion yang menjadi tuntutan, mendorong mahasiswa untuk memilih thrift shopping. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan memanfaatkan teori Daniel Miller untuk memahami makna di balik kegiatan thrift shopping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memakai barang berkualitas dan bermerk menjadi simbol dalam mengikuti perkembangan zaman. Motif utama mahasiswa dalam thrift shopping didominasi oleh pengaruh lingkungan pertemanan dan media sosial.
Copyrights © 2024