Pasar modal memiliki fungsi penting dalam sistem perekonomian nasional sebagai wadah penghimpunan dana masyarakat untuk pembiayaan investasi jangka panjang yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini membahas secara komprehensif peran pasar modal dan proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Bukalapak.com Tbk, serta dampaknya terhadap struktur modal, kinerja keuangan, dan tata kelola perusahaan. Sebelum melaksanakan IPO, Bukalapak memperoleh pembiayaan eksternal melalui modal ventura dari investor besar seperti GIC, Microsoft, dan Emtek Group. Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan perusahaan memperkuat infrastruktur teknologi dan memperluas jaringan mitra UMKM di Indonesia. IPO Bukalapak yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2021 berhasil menghimpun dana sebesar Rp21,9 triliun, menjadikannya salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPO berpengaruh positif terhadap likuiditas dan solvabilitas perusahaan, meningkatkan kemampuan memenuhi kewajiban keuangan serta memperkuat struktur modal. Namun, rasio profitabilitas perusahaan belum menunjukkan kenaikan signifikan karena dana hasil IPO masih difokuskan pada pengembangan jangka panjang dan investasi digital. Selain itu, perubahan struktur kepemilikan pasca-IPO mendorong penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparansi, dan akuntabilitas yang lebih tinggi. Dengan demikian, IPO tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghimpunan dana publik, tetapi juga menjadi momentum strategis transformasi Bukalapak menuju perusahaan publik yang profesional, efisien, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.
Copyrights © 2025