Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pembelajaran berbasis dongeng tradisional dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 3 SDN 4 Pringgabaya. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan 40 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (pembelajaran dongeng) dan kontrol (metode konvensional). Data dikumpulkan melalui angket minat baca, observasi partisipatif, tes pemahaman bacaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif (uji t-test, ANCOVA) dan kualitatif (analisis tematik). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dengan skor minat baca naik 26,7% (dari 65,3 menjadi 82,7), sementara kelompok kontrol hanya meningkat 5,2%. Analisis kualitatif mengungkap peningkatan partisipasi aktif (75%), antusiasme (85%), frekuensi bertanya (70%), dan keterlibatan dalam kegiatan mendongeng (80%). Tes pemahaman bacaan juga menunjukkan peningkatan 40% pada kelompok eksperimen dibanding 15% pada kelompok kontrol. Temuan ini diperkuat oleh effect size besar (d=1,45) dan signifikansi statistik (p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dongeng tradisional efektif sebagai media pembelajaran literasi karena mampu menciptakan engagement melalui pendekatan budaya yang kontekstual. Implikasi pedagogisnya menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sekolah dasar. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup pengembangan variasi dongeng, perpanjangan durasi intervensi, dan integrasi teknologi digital untuk optimalisasi hasil pembelajaran
Copyrights © 2025