Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur bahasa laki-laki dan perempuan oleh tokoh Nimona dalam film animasi Nimona (2023), serta menjelaskan bagaimana bahasa digunakan sebagai sarana performatif gender berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Judith Butler. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui transkripsi tuturan karakter Nimona. Data dianalisis menggunakan teori fitur bahasa perempuan oleh Lakoff dan fitur bahasa laki-laki oleh Coates. Kemudian, data-data tersebut dikaji melalui perspektif performativitas gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nimona lebih dominan menggunakan fitur bahasa laki-laki (59,54%) dibandingkan fitur bahasa perempuan (40,46%). Fitur yang paling sering digunakan antara lain perintah dan arahan, pertanyaan langsung, serta respons minimal. Fitur khas bahasa perempuan seperti bentuk super sopan, penggunaan istilah warna spesifik, dan penghindaran penggunaan kata umpatan yang kuat sama sekali tidak muncul. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan oleh Nimona sebagai alat untuk menegosiasikan identitas gendernya secara subversif.
Copyrights © 2025