Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dokumentasi manuskrip Al-Qur’an yang teriluminasi dengan hiasan yang cukup indah. Setidaknya terdapat enam puluh manuskrip yang telah berhasil teridentifikasi berasal dari Pesisir Timur dunia Melayu, khususnya daerah Terengganu dan Patani. Para peneliti naskah mushaf kuno telah menjadikan dua daerah tersebut sebagai objek penting dalam kajian seni hias mushaf karena memang dikenal dengan warisan manuskrip yang cukup indah dari sisi iluminasi. Pembahasan tulisan ini berfokus pada delapan mushaf yang berasal dari dua daerah tersebut dengan fokus pada aspek kodikologi yang khusus berkenanan dengan iluminasi pada mushaf. Melalui pendekatan filologis dan kodikologis akan diteliti beberapa keunikan dan keistimewaan karakter iluminasi dari dua aliran tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspek iluminasi pada mushaf Terengganu dan Patani memiliki kekhasan yang membedakannya satu sama lain. Mushaf gaya Terengganu dengan komposisi warna taburan emasnya terkesan lebih mewah daripada mushaf Patani dalam aspek iluminasi, walaupun dalam beberapa aspek tertentu dari iluminasi gaya Patani juga lebih naturaslistik. Begitu juga dengan beberapa elemen terkecil yang ada dalam iluminasi antara gaya Terengganu dan Patani ternyata memiliki perbedaan mendasar seperti fitur stalagmit dan stalaktit yang ada pada mushaf Terengganu dan motif cili padi yang ada pada bingkai mushaf Patani dan elemen-elemen lainnya, sehingga dengan demikian diharapkan dapat membantu penelitian-penelitian selanjutnya untuk bisa mengenali karakteristik iluminasi dari kedua aliran tersebut dan pengaruhnya dalam penyebaran mushaf di Nusantara.
Copyrights © 2024