Era digital membawa tantangan signifikan bagi pembentukan karakter anak, karena mereka terpapar media sosial, budaya instan, dan nilai-nilai sekuler yang sering menyingkirkan nilai Kristiani dalam pendidikan modern. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kurikulum yang terintegrasi dengan Alkitab untuk membimbing anak membangun karakter Kristiani secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan kurikulum Alkitab di era digital, mengembangkan konsep kurikulum terintegrasi berbasis iman, dan menguji efektivitasnya dalam membentuk karakter Kristiani anak. Landasan teori penelitian ini mencakup pendidikan Kristen sebagai proses pembentukan citra Allah (Imago Dei), integrasi iman dan ilmu, pendidikan karakter, serta teori kurikulum terintegrasi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan subjek anak-anak sekolah minggu atau siswa Kristen SD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sementara analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum konvensional belum memadai untuk menghadapi era digital, dan anak lebih responsif terhadap pembelajaran digital interaktif. Materi Alkitab terbukti lebih efektif bila diintegrasikan dengan media modern. Model kurikulum terintegrasi yang dikembangkan mencakup konten berupa kisah Alkitab yang dikaitkan dengan aplikasi hidup nyata, metode hybrid learning (tatap muka dan digital), penggunaan media seperti video, aplikasi Alkitab anak, dan game edukasi, serta evaluasi berbasis penilaian karakter dan perilaku. Pembahasan menegaskan bahwa kurikulum terintegrasi mendukung spiritual formation, membantu anak menghadapi arus sekularisasi digital, dan sejalan dengan visi gereja dalam membentuk generasi berkarakter Kristiani. Kesimpulannya, kurikulum Alkitab terintegrasi merupakan solusi strategis untuk membentuk iman dan karakter anak di era digital, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Kristen kontemporer.
Copyrights © 2025