Pernikahan Sepihak di Bima sejauh ini masih diperbincangkan oleh masyarakat Bima karena sampai hari ini kita dapat menyaksikan pernikahan sepihak (Ampa Sabae) masih dilakukan oleh masyarakat setempat hal ini merupakan suatu problematika yang sangat kental namun memiliki nilai sosial yang tidak baik di mata keluarga maupun pasangan yang melakukan perkawinan sepihak, karena ini bersifat rahasia dan pengaduan secara kekeluargaan terhadap perilaku laki-laki yang mereka anggap tidak bertanggungjawab, Penelitian ini dilakukan dilakukan Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menyadarkan pelaku perkawinan sepihak dan masyarakat agar dapat lebih dewasa dalam bertindak sehingga tidak menimbulkan rasa bersalah dan tidak sepaham dengan apa yang di impikan oleh Islam dalam menuaikan rumahtangga yang sakinah mawadah warohma, dan suatu saat ketika mereka paham bahwa pernikahan bukan perkara biasa tapi mempunyai konsekwensi yan fatal bila tidak diawali dengan perkara yang baik, maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian tentang perkawinan sepihak agar bisa memecahkan kegalauan pemikiran masyarakat yang masih melakukan pernikahan sepihak (ampa sabae) agar tidak terjerumus dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan isi hati dan menghauwatirkan tindakan yang berujung pada kondisi sosial yang tidak baik dan akan menjadikan keluarga tidak harmonis.
Copyrights © 2025