Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Bazda dalam Pendistribusian Zakat untuk Mewujudkan Kesejahteraan Umat di Kabupaten Bima Adi Sofyan
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 3 No 1 (2017): Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v3i1.18

Abstract

Zakat merupakan kewajiban agama yang harus dikeluarkan bagi umat Muslim yang mampu sesuai dengan syariat agama Islam, sebagai ibadah amaliyah yang menjurus ke aspek sosial, untuk mengatur kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Allah SWT. Karena zakat adalah suatu ibadah yang wajib dilaksanakan dengan memberikan sejumlah kadar tertentu dari hak milik sendiri kepada orang yang berhak menerimanya menurut yang ditentukan Syariat Islam. Namun zakat juga merupakan ibadah yang bercorak sosial dan ekonomis di mata masyarakat, bahkan sholat dan zakat sering dijumpai dalam Al-Qur’an sebagai lambang dari keseluruhan ajaran Islam. Karenanya, zakat menjadi penting karena di dalamnya terkandung ajaran pendistribusian kekayaan yang adil sebagai jaminan sosial di antara kaum Muslimin.
TRADISI AMPA SABAE (PERKAWINAN SEPIHAK) DALAM PANDANGAN MASYARAKAT BIMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP RUMAH TANGGA PENGANTIN Adi Sofyan
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 11 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v11i1.297

Abstract

Pernikahan Sepihak di Bima sejauh ini masih diperbincangkan oleh masyarakat Bima karena sampai hari ini kita dapat menyaksikan pernikahan sepihak (Ampa Sabae) masih dilakukan oleh masyarakat setempat hal ini merupakan suatu problematika yang sangat kental namun memiliki nilai sosial yang tidak baik di mata keluarga maupun pasangan yang melakukan perkawinan sepihak, karena ini bersifat rahasia dan pengaduan secara kekeluargaan terhadap perilaku laki-laki yang mereka anggap tidak bertanggungjawab, Penelitian ini dilakukan dilakukan Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menyadarkan pelaku perkawinan sepihak dan masyarakat agar dapat lebih dewasa dalam bertindak sehingga tidak menimbulkan rasa bersalah dan tidak sepaham dengan apa yang di impikan oleh Islam dalam menuaikan rumahtangga yang sakinah mawadah warohma, dan suatu saat ketika mereka paham bahwa pernikahan bukan perkara biasa tapi mempunyai konsekwensi yan fatal bila tidak diawali dengan perkara yang baik, maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian tentang perkawinan sepihak agar bisa memecahkan kegalauan pemikiran masyarakat yang masih melakukan pernikahan sepihak (ampa sabae) agar tidak terjerumus dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan isi hati dan menghauwatirkan tindakan yang berujung pada kondisi sosial yang tidak baik dan akan menjadikan keluarga tidak harmonis.