Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inflasi di negara-negara G7 dari tahun 2016 hingga 2023, dengan fokus pada penerimaan remitansi, investasi asing langsung (FDI), ekspor, dan impor. Menggunakan metode regresi data panel, studi ini menemukan bahwa remitansi dan FDI tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap inflasi di G7 pada periode tersebut. Sebaliknya, ekspor dan impor terbukti memiliki dampak substansial pada tingkat inflasi. Peningkatan ekspor berkontribusi pada inflasi melalui peningkatan permintaan agregat dan tekanan harga domestik, terutama bila tidak diimbangi dengan kapasitas produksi yang memadai. Di sisi lain, impor juga signifikan memengaruhi inflasi, terutama melalui mekanisme harga barang impor dan pengaruh nilai tukar terhadap biaya produksi serta harga konsumen, yang diperkuat oleh fluktuasi nilai tukar dan gangguan rantai pasokan selama pandemi COVID-19. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan perdagangan internasional yang efektif, termasuk optimalisasi ekspor dan pengendalian impor, serta penguatan kapasitas produksi domestik dan pengelolaan nilai tukar yang cermat, guna menjaga stabilitas harga di negara-negara G7, terutama dalam menghadapi krisis global.
Copyrights © 2025