Komunikasi budaya Melayu di Riau merupakan representasi dari sistem nilai, norma, dan adat yang telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Komunikasi tidak hanya dipahami sebagai proses pertukaran pesan, tetapi juga sebagai instrumen menjaga kehormatan (marwah) dan membangun harmoni sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi budaya masyarakat Melayu Riau dengan menekankan pada tiga aspek utama: bahasa, adat, dan ekspresi nonverbal seperti senyum dan gestur tubuh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan telaah literatur, penelitian ini menemukan bahwa komunikasi budaya Melayu didasarkan pada prinsip kesantunan, hierarki sosial, dan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi landasan etika komunikasi tradisional, tetapi juga relevan dalam konteks komunikasi modern di era digital.
Copyrights © 2025