Peningkatan kasus penyakit bulosa pada lanjut usia terkait berbagai faktor. Penuaan menyebabkan penurunan struktur dan integritas kulit, sehingga lebih rentan terhadap penyakit bulosa. Penyakit ini terjadi karena proses penuaan menyebabkan disregulasi system imun yang meningkatkan risiko kondisi autoimun. Penyakit bulosa yang sering terjadi pada lanjut usia biasanya adalah pemfigoid bulosa (kondisi autoimun bulosa) dan pemfigus vulgaris (penyakit kulit yang menyebabkan lepuhan) yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Pemfigoid bulosa ditandai dengan bula subepidermal tegang, sedangkan pemphigus vulgaris ditandai dengan bula suprabasal kendur yang mudah pecah. Pemeriksaan histopatologi dan imunofluoresensi langsung merupakan baku emas diagnosis. Tata laksana penyakit bulosa autoimun pada lansia umumnya sama dengan penyakit bulosa pada umumnya, seperti corticosteroid dan agen imunosupresif. Namun, perlu diberikan tata laksana yang tepat dan efektif serta diberikan perhatian lebih lanjut terhadap risiko polifarmasi dan efek samping obat yang dapat memberikan masalah baru pada pasien lansia, termasuk peningkatan risiko infeksi, steoporosis, dan komplikasi metabolik.
Copyrights © 2025