Penelitian ini bertujuan merancang konsep awal film pendek yang merepresentasikan resiliensi remaja penyandang bisu tuli, dengan YouTube sebagai media distribusi. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) melalui observasi, wawancara, dan kuesioner pada anggota komunitas TIBA di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada remaja bisu tuli terbentuk melalui kemampuan beradaptasi, pengalaman pribadi, dan dukungan lingkungan sosial. Konsep film berjudul Alter dihasilkan untuk menyampaikan pesan empati dan motivasi melalui visual sinematik serta bahasa isyarat. Film ini diharapkan menjadi media edukasi dan inspirasi bagi masyarakat dalam memahami tantangan serta kekuatan penyandang bisu tuli
Copyrights © 2025