Artikel ini mengangkat hasil survei lapangan serta wawancara dengan petani di tiga jorong kenagarian Tabek Panjang, yaitu Jorong Baso, Tabek Panjang, dan Sungai Janiah. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mendokumentasikan praktik pertanian tradisional, masa panen, harga jual, serta dinamika sosial- ekonomi yang menyertainya. Tulisan ini berfokus menyuarakan pengalaman dan keluh kesah petani dengan mempertahankan gaya bahasa lisan mereka sebagai bagian dari kearifan lokal yang autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sektor pertanian tetap menjadi tumpuan utama masyarakat, berbagai tantangan struktural dan lingkungan membatasi keberlanjutan pertanian tersebut
Copyrights © 2025