Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERTANIAN RAKYAT DI KENAGARIAN TABEK PANJANG: HASIL OBSERVASI LAPANGAN MAHASISWA KKN 2025 Mutiara Rizkina Aliya Pulungan; Indah Andini; Mekar Arsita Putri; Faizh Ammar Syarhan; Fathir Fio Alfares
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengangkat hasil survei lapangan serta wawancara dengan petani di tiga jorong kenagarian Tabek Panjang, yaitu Jorong Baso, Tabek Panjang, dan Sungai Janiah. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mendokumentasikan praktik pertanian tradisional, masa panen, harga jual, serta dinamika sosial- ekonomi yang menyertainya. Tulisan ini berfokus menyuarakan pengalaman dan keluh kesah petani dengan mempertahankan gaya bahasa lisan mereka sebagai bagian dari kearifan lokal yang autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sektor pertanian tetap menjadi tumpuan utama masyarakat, berbagai tantangan struktural dan lingkungan membatasi keberlanjutan pertanian tersebut
MEWUJUDKAN PELAYANAN PUBLIK YANG BERINTEGRITAS: REFLEKSI ATAS MALADMINISTRASI Mutiara Rizkina Aliya Pulungan; Oktazenia Ramadhani; Dwi Aulia Fitri; Alwi Abrar Rusli; Yulia Hanoselina; Putri Febri Wialdi; Jumiati Jumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang berintegritas menjadi syarat utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Tetapi, fakta di lapangan mengindikasikan jika praktik maladministrasi masih sering terjadi, baik di tingkat desa maupun kota, seperti penundaan berlarut, penyalahgunaan wewenang, hingga tidak adanya transparansi. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan merujuk pada hasil penelitian sebelumnya serta laporan Ombudsman Republik Indonesia. Melalui telaah berbagai kasus, ditemukan bahwa maladministrasi dapat muncul pada layanan administrasi desa, penyelesaian laporan masyarakat, hingga layanan parkir di kawasan wisata. Pembahasan menunjukkan pentingnya peran Ombudsman dalam melakukan deteksi, analisis, dan pemberian rekomendasi guna mencegah praktik maladministrasi. Kesimpulan dari refleksi ini menegaskan bahwa upaya mewujudkan pelayanan publik yang berintegritas tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga menuntut sinergi antara aparatur, masyarakat, serta lembaga pengawas eksternal.