Teknologi jaringan seluler generasi kelima (5G) membawa perubahan fundamental terhadap arsitektur dan keamanan jaringan. Penelitian ini membahas transformasi arsitektur dari model monolitik menuju Service-Based Architecture (SBA) serta penerapan teknologi seperti Network Function Virtualization (NFV), Software-Defined Networking (SDN), dan Network Slicing dalam konteks jaringan 5G. Selain itu, kajian ini menyoroti tantangan keamanan baru yang muncul, termasuk kerentanan API, ancaman dari konektivitas masif perangkat IoT, dan perlunya sistem enkripsi yang adaptif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengidentifikasi pola ancaman dan solusi mitigasi berdasarkan referensi ilmiah terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan arsitektur Zero Trust dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk deteksi ancaman dini menjadi kunci dalam menjaga integritas jaringan 5G yang bersifat terbuka dan modular.
Copyrights © 2025