Kemajuan suatu organisasi tidak lepas dari peranan seorang pemimpin. Mengamati kepemimpinan Billy Graham yang telah membangun timnya dengan langgeng ternyata tidak lepas dari sikap hidupnya yang rendah hati. Billy terus membangun hidupnya dengan karakter yang baik dan ia tidak pernah mencari pujian dari orang lain atau memuliahkan dirinya sendiri. Sesungguhnya karakter yang buruk sangat merusak reputasi dalam kepemimpinan yang mungkin bermula berbohon dan menyontek saat ujian pada akhirnya menciptakan penipuan, kejahatan seksual, perampokkan, dan skandal. Metode penelitian ini dilakukan adalah metode kepustakaan dengan harapan dapat detemukan solusi yang baik dalam membangun karaktrer yang baik. Ternyata kepemimpinan yang diajarkan Yesus berbeda dengan kepemimpinan dunia yang lebih cenderung mencari kehormatan atau dipandang sebagai tuan. Yesus berkata kepada murit-murit-Nya bahwa kalau ingin menjadi yang terbesar harus menjadi hamba atau pelayan. Ada empat hal yang harus dimengerti seorang pemimpin dalam mengembangkan karakternya, yaitu: disiplin diri, nilai-nilai inti, mengenal identitas pribadi dan kestabilan emosi.
Copyrights © 2020