Ketersediaan air bersih menjadi faktor krusial dalam mendukung kelangsungan dan efisiensi kegiatan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ketersediaan air bersih di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, dalam rangka memenuhi kebutuhan kawasan industri yang berkembang di wilayah tersebut. Kebutuhan air industri diperkirakan sebesar 0,278 m³/det untuk proses produksi dan kebutuhan domestik untuk 600 jiwa. Penelitian ini menggunakan analisis hidrologi seperti evapotranspirasi potensial (metode Penman), perhitungan debit andalan (Q90%) dengan model NRECA, dan analisis neraca air. Tiga lokasi alternatif sumber air diuji yaitu Bendung Bakutaru, Jembatan Tambusupa, dan Moramo Hilir. Hasil menunjukkan bahwa debit andalan tertinggi terdapat di Moramo Hilir (474,23 l/det), diikuti Jembatan Tambusupa (336,38 l/det), dan Bendung Bakutaru (110,82 l/det). Namun, berdasarkan penilaian multi-kriteria terhadap aspek ketersediaan air, sistem penyediaan, aksesibilitas, serta operasi dan pemeliharaan, lokasi Jembatan Tambusupa memperoleh skor tertinggi sebagai lokasi paling optimal untuk pengambilan sumber air bersih. Rekomendasi ini dapat menjadi dasar bagi perencanaan sistem air bersih terpadu yang berkelanjutan di kawasan industri Kecamatan Moramo.
Copyrights © 2025