Penelitian ini bersifat survei dengan pendekatan kualitatif terhadap 41 orang mahasiswa keperawatan di Akademi Keperawatan Malahayati Medan. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui wawancara langsung terhadap mahasiswa keperawatan tentang pengetahun dan sikap terhadap HIV/AIDS. Data sekunder dari prodi keperawatan, data diolah secara kualitatif dengan menggunakan uji domain tipe normatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan lembaran kerja analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek pengetahuan yang meliputi informasi HIV/AIDS 100% responden pada kategori mengetahui, penyebab HIV/AIDS 98,9% pada kategori mengetahui, AIDS sebagai kumpulan gejala 96,6% responden pada kategori mengetahui, kelompok resiko tinggi tertular HIV/AIDS 97,7% pada kategori mengetahuai dan cara penularan HIV/AIDS 96,6% responden pada kategori mengetahui. Sikap responden terhadap HIV/AIDS meliputi: sikap terhadap penderita HIV/AIDS, sebagian besar (90,9%) pada kategori tidak diskriminasi, serta sikap aman yang semu karena tidak termasuk dalam kelompok homoseksual. Pria tuna susila/ wanita tuna susila, pecandu narkoba dan karena orang bermoral dan beragama, sebagian besar (72,7%) responden dengan kategori tidak aman. Fokus Group Discussion yang dilakukan oleh 2 orang wakil prodi keperawatan dihasilkan bentuk kegiatan upaya penanggulangan masalah hiv/AIDS adalah: (a) setiap mahasiswa baru perlu diberi penyuluhan mengenai HIV/AIDS serta cara penularannya, (b) setiap mahasiswa yang baru perlu dilakukan tes HIV/AIDS, (c) diadakan seminar-seminar tentang HIV/AIDS di kampu dan dibentuk suatu organisasi mahasiswa khusus untuk masalah HIV/AIDS. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasi penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: (1) responden yang mengetahui tentang seluruh aspek pengetahuan tentang HIV/AIDS mempunyai alasan yang benar sesuai dengan teori yang dikembangkan, (2) sikap responden terhadap penderita HIV/AIDS dan sikap aman yang semu terhadap penularan, mempunyai alasan bahwa mereka dapat menerima penderita HIV/AIDS hidup secara normal di tengah masyarakat, karena tidak menular melalui kontak sosial, demikian juga dengan sikap aman yang semu, responden mempunyai alasan bahwa meskipun tidak termasuk dalam kelompok resiko tinggi penularan, bukan jaminan bebas dari terjangkit HIV/AIDS. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disusun beberapa rekomendasi yaitu: (a) diperlukan desiminasi informasi tentang data yang benar tentang HIV/AIDS, (b) kerjasama secara terpadu tentang data yang benar tentang HIV/AIDS, (c) diperlukan kelengkapan peraturan pelaksanaan kegiatan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.
Copyrights © 2023