Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang dialami perempuan menjelang menstruasi. Pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola PMS secara tepat sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan prestasi belajar. Namun, literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih tergolong rendah, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pemahaman dan strategi pengelolaan gejala PMS pada remaja putri di MTsN 1 Rantau Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 60 siswi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang mencakup aspek pengetahuan dan cara mengelola gejala PMS. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden memiliki tingkat pemahaman yang baik, 33,3% cukup, dan 10,0% kurang. Dalam pengelolaan PMS, 78,3% responden memilih istirahat cukup, 73,3% mengonsumsi makanan sehat, 63,3% menggunakan kompres hangat, dan hanya 41,7% yang melakukan olahraga ringan. Sementara itu, 20,0% responden menggunakan obat pereda nyeri. Mayoritas remaja memiliki pemahaman yang baik terhadap PMS dan memilih strategi pengelolaan non-farmakologis. Namun, partisipasi dalam pengelolaan aktif seperti olahraga masih rendah. Intervensi edukatif yang terstruktur diperlukan untuk meningkatkan literasi dan praktik pengelolaan PMS di kalangan remaja.
Copyrights © 2023