Salah satu upaya untuk mencapai hasil yang optimal tanaman adalah mengendalikan lingkungan tumbuh yang ideal bagi pertumbuhan tanaman dan sekaligus menjaga kesuburan tanah dengan pemberian pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan potensi unsur hara di dalam tanah yang tertinggal setelah panen tertinggi pada dosis dan jenis pupuk organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dimana perlakuan yang diberikan adalah jenis pupuk dan dosis pupuk. Jenis pupuk terdiri dari : pupuk an-organik, pupuk kotoran ayam, biomas Tithonia diversifolia, dan Calopogonium muconoides. Dosis pupuk dihitung berdasarkan kebutuhan kebutuhan N untuk tanaman kentang dan kandungan N tanah serta kandungan N pada setiap bahan organik yang digunakan. Dosis N yang digunakan adalah D1 = 60 kg N/ha, D2 = 120 kg N/ha dan D3 = 250 kg N/ha. Sedangkan pupuk an-organik yang digunakan adalah pupuk Urea, SP-36 dan KCl sesuai dengan dosis anjuran (120 kg N/ha, 165 kg P2O5 /ha dan 120 kg K2O/ha). Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Analisa tanah meliputi : pH, C Organik, N Total, C/N rasio, P tersedia, K tersedia, dan KTK tanah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pH, C Organik, N Total, C/N Rasio, P, K dan KTK tanah antara perlakuan pupuk an-organik dengan berbagai jenis bahan organik pada dosis 120 kg N/ha. Potensi unsur hara yang tertinggal dari pupuk organik tidak berbeda dengan pupuk an-organik yang terdapat di dalam tanah.
Copyrights © 2025