Musik, sebagai ekspresi budaya universal, memiliki kekuatan untuk menyampaikan emosi dan nilainilai kehidupan. Dalam konteks perfilman, lagu tema atau original soundtrack (OST) berfungsi sebagai pembentuk atmosfer dan penguat pesan naratif. Lagu "Selalu Ada di Nadimu" yang menjadi OST film Jumbo (2024) adalah contoh bagaimana lirik lagu dapat menyimpan simbolisme yang mendalam mengenai hubungan keluarga dan perjuangan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotik Roland Barthes untuk mengungkap makna dalam lirik lagu tersebut. Analisis ini mengidentifikasi tiga tingkatan makna: denotatif (makna literal), konotatif (makna simbolik), dan mitos (nilai atau ideologi budaya yang terbangun melalui tanda). Pada tingkat denotatif, lirik menggambarkan perjuangan seorang anak menghadapi kerasnya hidup, sementara pada tingkat konotatif, lirik menyampaikan pesan cinta, keteguhan hati, dan harapan. Di tingkat mitos, lagu ini membentuk narasi budaya mengenai nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan pengorbanan. Simbol-simbol seperti "badai", "angin", dan "senyuman di hati" memperkuat makna tentang keteguhan dan dukungan emosional yang tak lekang oleh waktu. Kesimpulannya, lagu “Selalu Ada di Nadimu” tidak hanya berfungsi sebagai elemen pelengkap fillm, melainkan bagian penting dalam membentuk makna naratif dan emosional, serta sebagai medium yang memperkuat nilai-nilai budaya yang mendalam. Penelitian ini menegaskan pentingnya lagu tema sebagai ruang artikulasi makna dalam film, yang dapat ditelaah secara kritis melalui pendekatan semiotik.
Copyrights © 2025