Perkembangan teknologi dan metodologi penelitian dalam bidang psikologi pendidikan mendorong perlunya analisis yang lebih mendalam terhadap pola interaksi sosial siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dinamika sosial di kelas melalui pemanfaatan sosiometri sebagai alat pemetaan relasi antar siswa di SMA Muhammadiyah 4 Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket sosiometri, yang dilengkapi dengan observasi awal dan wawancara terbatas untuk memvalidasi hasil. Data diolah dengan menghitung indeks popularitas, penolakan, serta timbal balik (reciprocity), kemudian divisualisasikan dalam bentuk sosiogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15,6% siswa berada pada kategori popularitas tinggi, 37,5% pada tingkat sedang, dan 46,9% berada pada tingkat rendah. Tingkat reciprocity positif mencapai 56,25%, sedangkan 9,4% siswa teridentifikasi sebagai isolate yang memerlukan intervensi. Temuan ini memperlihatkan adanya hierarki sosial dengan kelompok inti berperan sebagai pusat informasi, serta beberapa subkelompok dengan orientasi akademik, ekstrakurikuler, dan kesamaan latar belakang geografis. Pembahasan menyoroti pentingnya peran guru dalam memanfaatkan data sosiometrik untuk pembentukan kelompok belajar yang seimbang dan pengembangan strategi inklusif. Kesimpulannya, sosiometri terbukti efektif untuk memetakan jaringan sosial siswa dan dapat dijadikan dasar dalam merancang intervensi pembelajaran yang lebih kolaboratif, harmonis, dan mendukung keterlibatan semua siswa.
Copyrights © 2025