Anak tunarungu menghadapi tantangan besar dalam perkembangan bahasa dan komunikasi, terutama ketika mengalami keterlambatan bicara dan tidak memperoleh penguasaan bahasa isyarat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak dari dua kondisi tersebut terhadap perkembangan psikososial dan akademik anak tunarungu. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, artikel ini mengkaji faktor-faktor penyebab keterlambatan bicara, rendahnya kemampuan bahasa isyarat, serta dampak jangka panjang yang ditimbulkannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlambatan penguasaan bahasa menyebabkan hambatan komunikasi yang serius, menimbulkan isolasi sosial, gangguan emosional, dan penurunan kepercayaan diri. Secara akademik, anak tunarungu mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran dan berpartisipasi aktif di sekolah, sehingga berdampak pada rendahnya prestasi belajar. Dampak jangka panjangnya mencakup keterbatasan dalam dunia kerja dan relasi sosial, serta risiko rendahnya kualitas hidup. Oleh karena itu, penting dilakukan intervensi dini dan penyediaan pendidikan inklusif berbasis bahasa isyarat untuk mendukung perkembangan anak tunarungu secara optimal. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga hak dasar anak untuk tumbuh, belajar, dan membangun identitas diri.
Copyrights © 2025