Produksi cabai rawit di Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang menempati posisi kedua sebagai penghasil terbesar di Indonesia, Namun, penyebaran produksinya masih memperlihatkan adanya ketidakseimbangan yang signifikan antara wilayah. Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi kestabilan pasokan dan harga baik di tingkat lokal maupun nasional.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit di NTB dengan menggunakan metode regresi spasial. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari statistik pertanian tahun 2024, yang mencakup sepuluh wilayah kabupaten/kota. Model SEM dipilih karena dapat mengidentifikasi pengaruh yang terjadi antarwilayah yang dekat secara geografis, yang sering kali tidak terlihat dalam model regresi tradisional. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan panen dan tingkat produktivitas cabai rawit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah total produksi pada tingkat nyata 10%, dengan koefisien masing-masing sebesar 96,6132 dan 44. 385,5. Nilai lambda yang mencapai 1,6667 memberikan dukungan untuk bukti adanya autokorelasi spasial positif di antara berbagai wilayah. Model SEM juga memperlihatkan nilai AIC yang lebih rendah (316,58) dibandingkan dengan model regresilinear klasik, yang menunjukkan bahwa model ini lebih efisien dan akurat.
Copyrights © 2025