Latar Belakang: Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013 menunjukkan prevalensi katarak termasuk katarak senilis ditemukan sebesar 1,8% dengan angka kejadian 0,1%. Metode: Penyuluhan menggunakan metode demonstrasi dengan poster dan diskusi. Cara ini digunakan untuk mengedukasi masyarakat sekitar RSUDMuhammadiyah Lamongan tentang pentingnya memahami tanda dan gejala katarak. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hasil: Sebagian besar partisipan adalah wanita berusia di atas 65 tahun, menderita diabetes mellitus, bekerja sebagai pedagang dan petani yang sehari-harinya terpapar sinar ultraviolet. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan masih banyak peserta yang belum memahami tentang katarak. Kesimpulan: Masih banyak peserta yang belum memahami tentang katarak. Penyuluhan kesehatan tentang pengertian, jenis, gejala dan pencegahan disertai pemeriksaan skrining dan diskusi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang katarak di masyarakat.
Copyrights © 2024