Latar belakang: Rinitis alergi adalah reaksi hipersensitivitas yang dimediasi oleh immunoglobulin E akibat paparan alergen sehingga mengakibatkan terjadinya inflamasi dengan gejala berupa hidung tersumbat, hidung gatal, hidung berair, dan bersin. Salah satu faktor risiko terjadinya rinitis alergi adanya paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan gejala rinitis alergi berdasarkan Score for Allergic Rhinitis (SFAR). Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan populasi pasien poli THT-KL Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Paparan asap rokok dinilai dengan kuesioner riwayat paparan asap rokok dan gejala rinitis alergi dinilai dengan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR). Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Penelitian melibatkan 60 responden. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara paparan asap rokok dengan gejala hidung berair dan hidung gatal tanpa gejala flu (p=0,001<0,05). Sedangkan hasil uji statistik berikutnya tidak terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok dengan gejala rinitis alergi berdasarkan Score for Allergic Rhinitis (SFAR) (p=0,318>0,05). Kesimpulan: Sesuai hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok memiliki hubungan yang bermakna terhadap salah satu gejala rinitis alergi namun tidak menyebabkan rinitis alergi.
Copyrights © 2025