Pendidikan anak usia dini merupakan dasar penting pembentukan karakter, sehingga diperlukan strategi sederhana namun efektif seperti Gerakan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Gerakan 5S sebagai strategi pembentukan karakter anak di TKK Tunas Bangsa Watumanu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling, melibatkan guru, kepala sekolah, dan anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles & Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil menunjukkan penerapan 5S dilakukan secara konsisten melalui rutinitas sekolah, dan anak menunjukkan peningkatan dalam sikap sopan, empati, serta percaya diri. Keteladanan guru dan dukungan lingkungan visual memperkuat internalisasi nilai, sementara keterlibatan orang tua yang belum maksimal menjadi hambatan. Efektivitas 5S bergantung pada konsistensi guru, penguatan positif, dan sinergi sekolah–rumah.
Copyrights © 2025