Stunting merupakan masalah gizi kronis yang singnifikan, ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya, dan seringkali diperparah oleh infeksi berulang. Kondisi ini menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, serta dapat berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Di wilayah kerja Puskesmas Lamasi Timur, angka stunting menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun 2022 hingga 2024. Kualitas air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga diidentifikasi sebagai faktor kunci yang mempergaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh penggunaan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga terhadap kejadian stunting pada wilayah kerja puskesmas lamasi timur. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 50 balita stunting sebagai sampel, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisi menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Ditemukan pengaruh signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,015) dan PHBS keluarga (p = 0,003) dengan kejadian stunting pada balita. Intervensi yang berfokus pada peningkatan akses air bersih dan edukasi PHBS sangat krusial untuk pencengahan stunting di wilayah kerja puskesmas lamasi timur.
Copyrights © 2024