Limbah rumah sakit berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan jika limbah infeksius dan non-infeksius tidak dipisahkan dengan baik. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan, lama masa kerja, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku tenaga kesehatan dalam memisahkan limbah infeksius dan non-infeksius di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, pada tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah 34 tenaga kesehatan (perawat dan bidan) yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen PONEK RSUD Sawerigading, Palopo, dengan menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan nilai p sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki nilai p sebesar 0,000, lama layanan memiliki nilai p sebesar 0,228, fasilitas memiliki nilai p sebesar 0,023, dan kebijakan memiliki nilai p sebesar 0,017. Pendidikan, ketersediaan fasilitas, dan kebijakan berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius. Sementara itu, lama layanan tidak memiliki hubungan dengan perilaku pemilahan sampah infeksius dan non-infeksius.
Copyrights © 2025