Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural di Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang suatu masalah di lingkungan sosial dengan melakukan percakapan ekstensif antara peneliti dan subjeknya. Peneliti adalah subjek penelitian, namun target penelitian ini adalah implementasi pendidikan multikultural yang ada dan yang akan datang. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data semuanya tergabung dalam pendekatan analisis interaktif yang dijelaskan oleh Miles dan Huberman. Pada akhirnya ditemukan bahwa penyelenggaraan pendidikan multikultural yang banyak mengalami penyimpangan meliputi dimensi konsep multidimensi serta dimensi makna dan isi serta dimensi budaya dan primordialis serta dimensi egosentrisme dan religiositas serta pendidikan multikultural diprediksi akan tumbuh baik secara kuantitas maupun kualitas di masa mendatang. Sebaliknya, masyarakat Indonesia harus sadar betul bahwa pluralisme adalah investasi yang sangat berharga. Orang Indonesia mungkin hidup, inventif, dan inovatif karena keragaman budaya. Akibatnya, anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam, identitas gender, orientasi seksual, dan asal etnis, ras, dan budaya harus diajarkan sejak usia dini bahwa pendidikan multikultural dapat memberikan kesempatan pendidikan yang adil bagi semua siswa. Itu juga didasarkan pada gagasan bahwa murid tidak belajar dalam ruang hampa, melainkan dipengaruhi oleh cara mereka dibesarkan dalam budaya mereka sendiri. Peneliti sampai pada kesimpulan bahwa implementasi pendidikan multikultural di dunia modern menghadapi masalah yang kompleks. Alhasil, peneliti berkeyakinan bahwa penyelenggaraan pendidikan multikultural di masa depan harus mampu meminimalisir berbagai bentuk permasalahan yang muncul saat ini.
Copyrights © 2022