Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan

SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN UNTAI BERARAH DARI BAMBU TALI (Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schultes) Kurz)

Ignasia Maria Sulastiningsih (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH))
Dian Anggraini Indrawan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH))
Jamal Balfas (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH))
Adi Santoso (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH))
Mohammad Isa Iskandar (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH))



Article Info

Publish Date
30 Sep 2017

Abstract

Bambu merupakan sumber daya potensial sebagai bahan alternatif untuk substitusi kayu. Tulisan ini mempelajari pengaruh kadar perekat dan ukuran untai bambu terhadap sifat papan untai bambu berarah (OSB atau oriented strand Board). Bambu yang digunakan adalah bambu tali (Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schultes) Kurz), sedangkan perekatnya adalah fenol formaldehida cair. Papan OSB skala laboratorium dibuat dari masing-masing ukuran panjang untai (7,5, 10, dan 15 cm) dengan kadar perekat bervariasi yaitu 6, 7, dan 8% dari berat kering partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSB bambu tali yang dibuat memiliki kerapatan rata-rata 0,75 g/cm3. Sifat fisis dan mekanis OSB bambu sangat dipengaruhi oleh kadar perekat yang digunakan, kecuali modulus elastisitas. Semakin tinggi kadar perekat semakin baik sifat OSB bambu yang dihasilkan. Modulus elastisitas OSB bambu sangat dipengaruhi oleh ukuran untai. Semakin panjang ukuran untai semakin tinggi nilai MOE OSB bambu yang dihasilkan. OSB bambu tali yang dibuat dengan berbagai perlakuan semuanya memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia, Standar Jepang untuk papan partikel tipe 24 dan memenuhi persyaratan Standar Inggris untuk OSB penggunaan struktural yang digunakan pada kondisi kering (Tipe OSB/2) maupun kondisi lembap (Tipe OSB/3).

Copyrights © 2017