Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Pada penelitian ini, peneliti mengajukan sebuah hipotesis yaitu ada hubungan yang negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Subjek pada penelitian ini merupakan orang yang bekerja secara WFH (Work From Home) dan bukan merupakan pekerja yang melakukan remote working yang berjumlah 87 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Hasil analisis product moment untuk variabel time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH menunjukkan rxy = -0,597 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH dapat diterima. Hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being merepresentasikan bahwa semakin tinggi tingkat time famine maka akan semakin rendah tingkat subjective well-being pekerja yang melakukan WFH. Begitupun sebaliknya, semakin rendah tingkat time famine maka akan semakin tinggi tingkat subjective well-being pekerja yang melakukan WFH.Kata Kunci:Â time famine, subjective well-being
Copyrights © 2023