Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi)
Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi) merupakan wadah untuk mempublikasikan berbagai riset atau temuan-temuan baru di bidang Psikologi, baik secara teoritis maupun praktis. Fokus penelitian antara lain Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri Organisasi, Psikologi Perkembangan, dan Psikometri baik secara kuantitatif atau kualitatif. Jurnal intensi terbit selama dua kali dalam satu tahun di bulan Januari dan Juli oleh Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Articles
32 Documents
Work Engagement dan Subjective Well-Being pada Ibu yang Bekerja
Lili, Asep;
Prahara, Sowanya Ardi
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3186
Era moderinasasi menuntut intensitas peran wanita khususnya ibu yang bekerja meningkat, di mana disamping mengurus keluarga, ibu juga mempunyai peran sebagai pekerja. Akan tetapi disisi lain, jika kondisi kerja tidak sesuai dengan ekspektasi maka ibu yang bekerja akan memutuskan untuk mencari tempat kerja yang baru. Oleh karena itu, work engagement sangat penting untuk dilakukan ibu yang bekerja, dengan begitu dapat meningkatkan emosi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan subjective well-being pada ibu yang bekerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan karakteristik ibu yang bekerja dan usia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun. Metode pengambilan data penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu Skala subjective well-being dan Skala work engagement. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product momen dari Karl Pearson. Hasil dari analisis data yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar = 0,663 (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara work engagement dengan subjective well-being. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi work engagement maka semakin tinggi pula subjective well-being pada ibu yang bekerja. Sebaliknya, semakin rendah work engagement maka semakin rendah pula subjective well-being pada ibu yang bekerja.
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Teknik Mozaik pada Siswa TKA
Wardani, Dinda Kristina Hari;
Oktavia, Citrawanti;
Rahayuningsih, Idha
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3188
Permasalahan pada penelitian ini adalah pengembangan motorik halus. Berdasarkan hasil asessmen awal melalui observasi dan wawancara di TK A didapatkan data bahwa ada dua siswa yang mempunyai motorik halus yang tertinggal dibandingkan teman sekelasnya. Siswa tersebut menunjukkan bahwa masih belum bisa menggenggam krayon dengan benar, gerak mata belum bisa fokus, belum mampu menggunakan alat makan dengan benar, belum bisa melempar dan menangkap bola, dll. Â Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari teknik mozaik terhadap peningkatan motorik halus. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen. Desain eksperimen pada penelitian ini yaitu one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 anak. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria subjek adalah anak berusia 4-5 tahun dan motorik halusnya tidak sesuai dengan standart perkembangan anak usia 4-5 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknik mozaik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa usia 4-5 tahun di TK X yang terlihat dari peningkatan skor postest yang pada subjek 1 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 7,31 % sedangkan subjek 2 didapatkan hasil indikator BSB pada pretest 0,0% dan pada posttest 6,65 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik mozaik dapat meningkatkan motorik halus siswa.
Metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Autis Usia 4-6 Tahun
Zumarnis, Oktantia;
Hasanah, Muhimmatul;
Sholichah, Ima Fitri
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3193
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak autis usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek merupakan anak autis di Amanah Terapi dan Edukasi Gresik berusia 4-6 tahun, orangtua subjek penelitian bersedia mengisi informed consent orangtua bersedia bahwa anaknya akan mengikuti treatment dengan jadwal yang telah ditentukan. Partisipan penelitian ini awalnya adalah 4 anak autis di Amanah Terapi dan Edukasi Gresik. Namun, di akhir sesi treatment subjek yang tersisa adalah 2 anak autis. Skala kemampuan interaksi sosial pada penelitian ini menggunakan ATEC (Autism Treatment Evaluation Checklist) kemampuan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Treatment metode ABA diberikan selama 10 pertemuan dengan dibagi 2 sesi setiap pertemuan, pada setiap sesi berdurasi 2 jam. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Hasilnya menunjukkan (Z= -1,342; p= 0,180), yang artinya nilai p lebih besar daripada nilai alpha 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest pada subjek setelah mendapatkan treatment metode ABA. Sedangkan pada perhitungan gain score menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan 2 hingga 3 skor. Artinya, menurut perhitungan gain score subjek mengalami peningkatan namun tidak signifikan.
Konsep Diri pada Remaja Penggemar Drama Korea
Imani, Dwi Ansari Indah;
Anwar, Anwar
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3196
Berbagai macam pengaruh pada perkembangan remaja bisa berakibat pada tahap perkembangan selanjutnya, salah satunya perkembangan konsep diri. Konsep diri merupakan wujud satu kesatuan dari pikiran, keinginan individu dan persepsi orang lain terhadap individu tersebut. Drama Korea Selatan berpengaruh kuat terhadap persepsi individu yang menonton drama tersebut karena representasi simbolis dari faktor-faktor dalam arketipe psikologis masyarakat baik itu ke arah positif maupun negatif, yang tidak realistis/fantasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pada remaja penggemar drama Korea. Pertanyaan yang diajukan peneliti adalah bagaimanakah gambaran konsep diri pada remaja penggemar drama Korea? Dalam penelitian ini melibatkan 220 subjek dengan kisaran usia 12 – 22 tahun yang menjadi penggemar drama Korea. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, metode analisis data menggunakan statistika deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri remaja penggemar drama Korea 153 subjek (69,5%) remaja tergolong sedang, sebanyak 35 subjek dengan persentase 15,9% tergolong tinggi, dan 32 orang dengan persentase 14,5% memiliki golongan rendah.
Pengaruh Kesejahteraan Psikologis Dan Kepuasan Kerja Terhadap Sters Kerja Pada Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja
Tamyiz, Ibnu Maulana;
Iftayani, Itsna;
Esterina, Merriam
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3197
Stres kerja pada pegawai dapat disebabkan dari kesejahteraan psikologis dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kesejahteraan psikologis dan kepuasan kerja terhadap stres kerja pada satuan polisi pamong praja. Populasi penelitian ini mencakup seluruh pegawai satuan polisi pamong praja di Kabupaten Kebumen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan mengambil 30% dari populasi. Besarnya sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggukan kuesioner kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja dan stres kerja dengan skala Likert yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dan kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap stres kerja sebesar 28,2%. Dilihat secara parsial kesejahteraan psikologis dapat mempengaruhi stres kerja sebesar 12,6% dan kepuasan kerja mempengaruhi stres kerja sebesar 21,2%.
Work Engagement dan Psychological Well-Being pada Karyawan Milenial
Saragih, Melchi Rosanta Gloria;
Yuniasanti, Reny
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i2.3324
Di era digital ini work engagement antar karyawan milenial sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan keterikatan kerja pada karyawan milenial. Subyek dalam penelitian ini adalah 50 karyawan milenial dengan masa kerja minimal 1 tahun yang sudah dipilih menggunakan metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala work engagement dan skala kesejahteraan psikologis. Hasil analisis korelasi product moment dengan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan keterikatan kerja pada karyawan milenial dengan koefisien korelasi (rxy) = 0,684. Nilai koefisien determinasi (R squared) adalah 0,468 yang berarti bahwa modal psikologis pada keterikatan kerja adalah 46,8%. Informasi ini dapat berguna bagi perusahaan untuk melakukan intervensi melalui peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan milenial untuk meningkatkan keterikatan kerja mereka.Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, keterlibatan kerja, karyawan milenial
Hubungan antara Time Famine dengan Subjective Well-Being pada Pekerja yang Melakukan Work from Home
Muflichun, Muhammad;
Aditya Putra Kurniawan
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Pada penelitian ini, peneliti mengajukan sebuah hipotesis yaitu ada hubungan yang negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Subjek pada penelitian ini merupakan orang yang bekerja secara WFH (Work From Home) dan bukan merupakan pekerja yang melakukan remote working yang berjumlah 87 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH. Hasil analisis product moment untuk variabel time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH menunjukkan rxy = -0,597 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being pada pekerja yang melakukan WFH dapat diterima. Hubungan negatif antara time famine dengan subjective well-being merepresentasikan bahwa semakin tinggi tingkat time famine maka akan semakin rendah tingkat subjective well-being pekerja yang melakukan WFH. Begitupun sebaliknya, semakin rendah tingkat time famine maka akan semakin tinggi tingkat subjective well-being pekerja yang melakukan WFH.Kata Kunci:Â time famine, subjective well-being
Workload and Work-Life Balance on Employees
Pertiwi, Syahrin Rachmayannia;
Winarsunu, Tulus;
Syakarofath, Nandy Agustin
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i2.3522
Karyawan dituntut untuk mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seringkali perusahaan memberikan tugas yang mendesak sehingga karyawan harus lembur yang dapat mengakibatkan waktu untuk beraktivitas di luar pekerjaan menjadi berkurang. Hal tersebut mengakibatkan karyawan mengalami kesulitan untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (work-life balance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap tingkat work-life balance pada karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode non-eksperimental. Subjek penelitian merupakan 150 karyawan yang bekerja di beberapa perusahaan dan instansi di Malang Raya. Teknik pengambilan subjek menggunakan quota sampling, dengan kriteria yang dibutuhkan yaitu memiliki waktu bekerja minimal 40 jam dalam satu minggu. Data dikumpulkan menggunakan skala job demand-control dan work-life balance. Hasil uji analisis data dengan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara beban kerja terhadap work-life balance pada karyawan. Beban kerja berkontribusi 6,2% terhadap work-life balance sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Dukungan Sosial Self Help Group (SHG) pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
Anisa, Linda Nur;
Cahyani, Berliana Henu;
Budiarto, Sulistyo
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dukungan Sosial Self Help Group (SHG) Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berdasarkan aspek dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semiterstruktur dan melakukan observasi partisipan. Penelitian ini menggunakan reduksi data, analisa tematik dan analisis isi. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 SHG dan 5 informan. Hasil penelitian ini menunjukan SHG memegang peranan besar dalam proses pemulihan ODGJ. Dukungan sosial yang diberikan SHG pada ODGJ meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informatif dan dukungan penghargaan. Dukungan emosional yang diberikan SHG kepada ODGJ meliputi empati yaitu melakukan tindakan disaat ODGJ membutuhkan bantuan, kepedulian meliputi mendengarkan keluh kesah dan mengetahui kondisi ODGJ, kemudian perhatian yang berupa memastikan keadaan ODGJ, memantau kepatuhan minum obat, mengunjungi ODGJ dan mencarikan pengobatan bagi ODGJ. Kemudian dukungan instrumental yang diberikan SHG pada ODGJ adalah kebutuhan akan sandang dan pangan. Selanjutnya dukungan informatif yang diberikan SHG pada ODGJ yaitu saran meliputi berkomunikasi dan bekerjasama dalam pencarian pengobatan bagi ODGJ dan nasihat yang berupa memberikan nasihat kepada ODGJ dan memberi nasihat kepada lingkungan agar tidak melakukan diskriminasi pada ODGJ. Kemudian dukungan penghargaan, dukungan penghargaan yang diberikan SHG kepada ODGJ adalah dengan memberikan apresiasi berupa pujian saat ODGJ menunjukan peningkatan pada proses pemulihan.
Entrepreneurial Intention pada Mahasiswa: Peran Career Adaptability dan Dukungan Sosial
Afiati, Nikmah Sofia;
Balkan, Govinda Kinayungan
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak variabel yang mempengaruhi entrepreneurial intention pada mahasiswa maupun lulusan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara career adaptability dan dukungan sosial terhadap entrepreneurial intention pada mahasiswa di masa pandemi Covid –19. Responden terdiri dari 120 mahasiswa di Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan kuesioner online yang terdiri atas tiga skala yaitu skala entrepreneurial intention, skala career adaptability, dan skala dukungan sosial. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear ganda dan menghasilkan adanya pengaruh career adaptability dan dukungan sosial terhadap entrepreneurial intention. Mahasiswa yang melaporkan tingkat career adaptability dan dukungan sosial yang lebih tinggi juga melaporkan entrepreneurial intention yang lebih tinggi. Career adaptability dan dukungan sosial secara bersama-sama menyumbang 37,5% varian dalam tingkat entrepreneurial intention, dengan dukungan sosial memberikan kontribusi terbesar. Hasil penelitian ini memiliki implikasi untuk meningkatkan entrepreneurial intention melalui perencanaan karier dan pembentukan sistem dukungan sosial.