Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, dari episode mania hingga depresi. Selain itu, penderita bipolar juga mengalami kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi klinis dan meningkatkan risiko kekambuhan serta rawat inap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas expressive writing untuk menurunkan kecemasan pada penderita gangguan Bipolar. Metode kuasi eksperimen one group pretest-posttest digunakan sebagai desain penelitian ini. Teknik sampling dengan memanfaatkan purposive sampling. Sejumlah 6 orang dengan rentang usia 21-50 tahun digunakan sebagai subjek penelitian. Instrument yang digunakan adalah dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) versi Indonesia untuk kecemasan, alat ukur tersebut sudah teruji validatas dan reliabiltasnya. Uji validitas yang dilakukan menghasilkan validitas yang memiliki korelasi yang positif (r = .52, p < .01). Uji reliabilitas yang dilakukan menghasilkan nilai koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,86. Teknik intervensi menggunakan expressive writing. Teknik analisis data dengan menggunakan paired sample t test. Penelitian ini diperoleh ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi expressive writing. Hal ini berdasarkan uji t dengan p value yang memperoleh nilai 0,001 < 0,005. Maka dari itu menurut analisis data statistik dapat disimpulkan bahwa expressive writing dapat menurunkan tingkat kecemasan pada penderita gangguan Bipolar. Menulis tentang pengalaman emosional dapat memberikan manfaat psikologis, termasuk pengurangan gejala kecemasan. Kata Kunci: Expressive Writing, Kecemasan, Bipolar
Copyrights © 2025