Dalam konteks pendidikan, aspek psikologis seperti optimisme dan grit telah diidentifikasi sebagai determinan utama dalam keberhasilan akademik peserta didik. Optimisme menggambarkan harapan individu terhadap kemungkinan hasil positif di masa depan, sedangkan grit merujuk pada kemampuan mempertahankan kegigihan dan komitmen dalam mengejar tujuan jangka panjang. Kedua karakteristik ini berperan dalam membentuk respons siswa terhadap hambatan akademik serta ketekunan mereka dalam mencapai prestasi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara optimisme dengan grit akademik pada siswa sekolah menengah atas (SMA) yang berdomisili di wilayah Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan menyatakan adanya korelasi positif antara kedua variabel tersebut. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa SMA yang tinggal di Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Skala Grit dan Skala Optimisme. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,682 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,050), yang mengindikasikan hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan grit akademik. Temuan ini mendukung hipotesis yang diajukan.selain itu, nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 0,465 menunjukkan bahwa optimisme memberikan kontribusi efektif sebesar 46,5% terhadap grit akademik, sementara 53,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam studi ini. Kata Kunci: grit, optimisme, generasi Z
Copyrights © 2025