Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan, pengolahan, dan pemasaran cap tikus oleh petani di Desa Powalutan Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan petani produsen cap tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan cap tikus dimulai dari penyadapan nira aren, fermentasi, hingga penyulingan menggunakan teknologi tradisional tungku porno selama 2 jam, dengan rasio konversi 6 galon nira menghasilkan 40 botol cap tikus. Pendapatan rata-rata petani mencapai Rp 350.000 per hari dengan harga jual Rp 35.000-40.000 per botol. Strategi pemasaran masih mengandalkan jaringan sosial lokal dan pedagang pengumpul, dengan tantangan berupa keterbatasan akses pasar, posisi tawar lemah, ketiadaan standarisasi produk, dan ketidakpastian legalitas. Diperlukan pendampingan dalam standarisasi produk, manajemen usaha, dan advokasi kebijakan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha cap tikus sebagai produk warisan budaya dengan nilai ekonomi tinggi.
Copyrights © 2025