Jumlah kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahunnyadi Indonesia yaitu 5,31% pada 2020. Kecelakaan juga terusmeningkat setiap tahun selama 2017 – 2019. Salah satupenyebab kecelakaan tersebut adalah kelalaian daripenggunanya seperti kasus rem blong, rantai putus, slip,shockbreaker patah. Namun UMKM bengkel kurangdimanfaatkan oleh masyarakat. Kondisi yang adamenunjukkan data yang berbanding terbalik denganpendapatan para pelaku UMKM bengkel yang mengalamipenurunan. Saat ini belum ada sarana penghubung antarapengendara dengan UMKM bengkel. Salah satu alternatif solusiuntuk mengatasi masalah ini adalah mengembangkan aplikasiyang menjadi sarana penghubung antara pengendara denganUMKM bengkel. Penelitian bertujuan untuk merancang modelbisnis aplikasi Bengkelin sebagai penghubung pengendaradengan bengkel. Perancangan model bisnis diawali denganpengumpulan data sekunder untuk selanjutnya merancang leancanvas dan diverifikasi serta diikuti perancangan mock-upaplikasi Bengkelin. Selanjutnya validasi dengan wawancarakepada early adopters terkait masalah dan solusi yang telahdiidentifikasi. Early adoptersnya adalah pengendara mahasiswaUniversitas Telkom dan usaha bengkel di Antapani, Bandung.Unique value proposition yang dirancang adalah “the mostefficient way to care for your motorbike” untuk pengendara dan“work on your own schedule, capabilities and price” untuk usahabengkel. Solusi yang diberikan adalah menawarkan fiturInServis, InHelp, InMarket, InConsul, InNews, dan notifikasipengingat servis.
Copyrights © 2024