Indonesia-Tionghoa dalam film Indonesia jarang menjadi subyek utama pada narasi bahkan masih termarjinalkan. Marjinalisasi pada Indonesia-Tionghoa ini melihat kembali sejarah Indonesia yang tidak memberikan ruang yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain. Perkembangan film Indonesia saat ini melahirkan pembuat film dari generasi milenial terutama yang lahir dari sekolah perfilman. Analisa secara narasi dan visual dilakukan pada dua karya mahasiswa tentang Indonesia-Tionghoa dengan menggunakan metodologi penelitian naratif dengan pendekatan kualitatif. Tahapan riset yang dilakukan oleh sutradara akan menjadi titik tolak dalam penelitian ini terutama dalam mempelajari sejarah. Dua obyek penelitian yang diangkat dalam penelitian masing-masing ini adalah biopic “Lebih Cina dari Tionghoa” (2019) dan film fiksi “Bulikan” (2019). Dua film ini mewakili representasi Indonesia-Tionghoa masa kini dan masa lalu. Penelitian ini sebagai studi representasi pada visualisasi dan narasi film karya generasi baru.
Copyrights © 2020