Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang identitas visual agensi Sitespirit dengan menggunakan pendekatan etnografi untuk mengeksplorasi kebutuhan konsumen dan interaksi pengguna. Melalui observasi lapangan selama enam bulan, teridentifikasi bahwa Sekawan Studio membutuhkan identitas visual yang lebih terstruktur, termasuk logo yang menarik, pemilihan warna yang tepat, tipografi yang jelas, dan penataan elemen visual yang lebih baik. Metode yang diterapkan adalah mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Proses design thinking dimulai dengan tahap empathize untuk pengumpulan data, diikuti dengan tahap define untuk menganalisis dan mengelompokkan kebutuhan desain. Tahap ideate menghasilkan konsep dan elemen visual yang dituangkan dalam moodboard, sebelum melanjutkan ke sketsa dan digitalisasi logo menggunakan Adobe Illustrator. Prototyping menghasilkan Graphic Standard Manual (GSM) dan media promosi tambahan untuk memperkuat brand image. Hasil uji coba melalui kuesioner menunjukkan bahwa responden sangat mendukung perancangan ulang identitas visual, yang dinilai lebih menarik dan selaras dengan nilai serta tujuan perusahaan.
Copyrights © 2024