Perkembangan zaman memengaruhi perilaku masyarakat melalui perubahan ekonomi dan politik yang berdampak pada struktur sosial. Dampak negatifnya termasuk meningkatnya kriminalitas, terutama kekerasan, yang sulit dihilangkan. Kasus kekerasan, seperti KDRT, menjadi perhatian serius, terutama di Jawa Timur dan Surabaya. Surabaya meraih penghargaan Kota Layak Anak, menandakan komitmen dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Untuk mempertahankan penghargaan ini, diperlukan kontribusi dari masyarakat dan pemerintah. Penerapan animasi sebagai media kampanye diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang kekerasan anak, menjangkau semua usia untuk meningkatkan kesadaran dan respons positif terhadap masalah sosial ini. Pembuatan animasi sebagai media kampanye kekerasan anak terhadap orang tua ini adalah salah satu kontribusi untuk mendukung terciptanya kota layak anak. Animasi 2D ini dirancang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penulis menggunakan metode kualitatif pada saat proses perancangan animasi, semantara menggunakan metode kuantitatif pada saat proses pengujian dan evaluasi. Pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan design thinking yang terbagi dari lima tahap yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik Analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan animasi sebagai media kampanye kekerasan anak yang dilakukan terhadap orang tua
Copyrights © 2024