Desain karakter dalam permainan digital saat ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai serta identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana elemen budaya ditampilkan melalui desain karakter dalam permainan tersebut. Berdasarkan teori representasi budaya yang diajukan oleh Stuart Hall serta konsep semiotika visual dari Roland Barthes, studi ini juga memperhatikan pendekatan Manga Matrix yang dikemukakan oleh Hiroyoshi Tsukamoto. Pendekatan ini menjelaskan struktur visual karakter Jepang melalui aspek ekspresi, bentuk fisik, dan simbol-simbol visual yang penuh dengan makna budaya. Masalah yang dibahas adalah bagaimana proses adaptasi budaya dalam desain karakter dapat berisiko mengalami penyederhanaan atau penggambaran stereotip saat disiapkan untuk pasar global. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui tinjauan literatur, analisis visual, dan evaluasi dokumen resmi dari pengembang. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa karakter dalam Genshin Impact tidak hanya menampilkan elemen visual yang khas dari budaya, seperti busana, bangunan, dan simbol mitologi, tetapi juga mengadopsi struktur cerita serta ciri psikologis yang mencerminkan identitas budaya dari setiap wilayah dalam permainan. Sebagai kesimpulan, desain karakter dalam Genshin Impact memiliki potensi yang signifikan sebagai sarana diplomasi budaya visual, meskipun diperlukan pendekatan yang kritis terhadap kemungkinan adanya bias dalam representasi..
Copyrights © 2024